Apa yang aku pikirkan
sekarang?
Saat kata demi kata
dalam link itu aku baca aku hanya tersenyum. Bukan karena apa-apa, terlebih
karena aku langsung bisa melihat dirimu ada disana. Kamu sebenarnya pemalu,
tidak suka keramaian, suka menyendiri dan semua yang ada dalam tulisan itu.
Seperti itulah mungkin gambaran dirimu yang terjabarkan dengan sangat sempurna
dalam tulisan yang begitu sangat menarik. Kadang saat kamu bertanya pada orang
lain “seperti apa aku?”Mereka memang akan memberikan jawaban yang berbeda karena
seperti itulah kamu di mata mereka. Kamu selalu membangun tembok batasan sebelum
kamu dekat dengan orang lain. Kemudian saat kamu merasa tembok itu mulai
terlewati, kamu akan menarik diri secara perlahan karena ketidak nyamanan dan
ketakutan yang mulai kamu rasakan. Setiap orang berhak mengatur batasan pada
dirinya yang tidak boleh dilewati orang lain, akan tetapi kita juga tidak bisa
menyalahkan orang lain saat mereka bisa dengan mudah melewati batasan itu. Sebenarnya mereka bukan melewati batas, akan tetapi mereka telah berhasil
bersahabat dengan dirimu dan semua teka-tekinya. Penerimaan mereka akan dirimu
yang membuat batas itu terkesan terlewati. Tapi kamu jarang memberikan
kesempatan mereka untuk sekedar mendekat dan mengenal kamu lebih baik lagi.
kamu selalu membangun tembok lagi dan lagi dengan mengatakan “Maaf, kita hanya
berpapasan” (seingat ku) dan mereka pun menyerah.
Tidak ada yang salah
dengan sikapmu, karena semua orang punya sifat yang berbeda. Hanya saja kita
perlu memberikan sedikit ruang untuk orang lain agar bisa mengenal kita dengan
cara mereka sendiri tanpa kita harus memperkenalkan diri dan menjelaskan siapa
kita. Sungguh, orang yang menyayangi kita tidak perlu itu dan orang yang tidak
suka pada kita tidak peduli akan hal itu. Tapi ada hal yang tidak bisa kita
lupakan bahwa saat kita menjalani sebuah hubungan dalam bentuk apapun dan
dengan siapapun itu, suka atau tidak suka, hubungan timbal balik itu pasti
terjadi. Pengertian, penghargaan, keterbukaan dan kejujuran satu sama lain itu
adalah hal yang harus bisa kita lakukan. Bukankah komunikasi itu
penting?....You ever say that
Diam bukan menjadi
pilihan terakhir untuk menentukan sikap, karena selalu ada waktu dan tempat
dimana kita harus bicara dan mengutarakan alasan. Seperti orang yang bijak, dia
selalu tau kapan waktu untuk berbicara dan diam.
Kamu…………..akupun tidak
tau bagaimana penjabaran yang tepat untuk itu, aku punya penjabaran sendiri
dari dulu.
Let me try…..
Orang yang terlihat
sombong dan tidak peduli orang lain ternyata mau berkenalan dan akrab dengan
gadis yang kuper 10th yang lalu. Dia mampu menimbulkan kenyamanan
bagi orang lain. Paling tidak bisa mengatakan tidak saat dia diminta bantuan
orang lain meskipun dia dalam keadaan apapun. Dia mungkin orang yang aneh
menurut versi sebagian orang karena terkadang apa yang apa dia lakukan sungguh tidak perlu dan tidak terpikirkan
oleh orang lain. Orang yang tidak bisa tegas dalam menentukan sikap dan
mengambil keputusan bahkan untuk dirinya sendiri. Dari dua hal yang penting
selalu ada satu hal yang paling penting, selalu seperti itu. Dia lebih memilih
untuk diam daripada berbicara untuk menyelesaikanya, karena menurutmu itu
adalah pilihan yang terbaik. Dia terkesan tidak peduli apakah itu menyakiti
orang lain atau tidak. Bagaimana dia akan peduli dengan itu, karena dia pun
tidak peduli dengan dirinya sendiri.. Dia membiarkan orang lain menyimpulkan
sendiri tentang apa maksudnya. Dia punya dunia dan kesenangan sendiri, meminta
dimengerti tapi kadang tidak mau mengerti. Dia terkadang juga lupa dimana dan dengan siapa dia berada.
Itu tidak adil bagi mereka.
Tapi disisi
lain……..seberapa kuat kamu membangun tembok karakter dalam dirimu, ada karakter
lain disana. Apa aku terlalu berlagak mengenal dirimu?...aku juga tidak
tahu,tapi itu penjabaranku. Dibalik sifat keras kepalanya ada sifat lembut,
sayang dan hormat pada orang tuanya terlebih ibu. Siapa yang mengira orang
seperti dia bisa sedekat itu dan tidak gengsi menyatakan kata sayang pada
ibunya. Dia bisa terlihat seperti anak kecil saat bersama ibunya. Sosok yang
selalu dirindukan kedatanganya oleh adik kecilnya. Seorang kakak yang yang usil
dan senang membuat adiknya marah. Dia mampu tersenyum hanya karena melihat
tingkah lucu adiknya. Dia yang bisa sangat marah saat berbeda pendapat dengan
ayahnya. Dia yang tau bagaimana mengatakan apa yang dia rasakan pada orang
tuanya. Dia yang bisa sedih dan menangis saat hatinya benar-benar merasa
tersentuh. Dia yang akan marah saat tidurnya terganggu. Dia orang yang sangat
cinta pada keluarganya. Dia sebenarnya orang yang sangat peduli, tapi selalu
punya cara lain untuk menyampaikanya meski sulit untuk dimengerti. Dia orang
yang baik, lembut dan peduli, tapi dia bisa menutupinya dengan sangat baik. Dia
orang yang takut dengan rasa sakit yang sama pada dirinya.
Sedikit terbuka pada
orang lain itu perlu, memahami orang lain itu juga perlu. Hal yang paling
penting lagi adalah terbuka dan pahamilah diri sendiri dengan baik. Dengan
pengenalan diri yang baik, barulah kita bisa mengendalikan sifat dan perilaku
kita. Mengerti dan akhirnya kita akan dimengerti.
